"Kamu tinggian ya?"
"Hah? Nope. Aku ngerasa biasa aja."
"But I think you are taller. Kamu kemarin seketek aku, sekarang, you almost reach my chin."
"Is that so? Atau kamu mau nyindir aku ya?"
"Hey, I just want to be honest, lagian untuk apa aku nyindir kamu?"
"You have that look, that look who is mocking someone right now. Kayak ada kepuasan batin pas ngomong gitu."
"If you don't trust me, why don't you ask other?"
"Ngga usah."
"Why?"
"Urh, because they'll mock me like what you did."
"Hahaha. Tapi, seriously, kamu tingginya nambah."
"Okay, thanks. Kalau gitu aku bisa jadi stewardess dong?"
"Terserah kamu. Tapi, aku lebih prefer kamu yang kecil dan pendek?"
"Why?"
"Because I can embrace you tightly and never let you go."
"Lucu kamu."
"Yah, sekalian juga supaya aku gak disangka macarin tiang listrik, hon."
No comments:
Post a Comment